25 Oktober 2011

OOP, 2tier dan 3tier

Nama : Ayu Mulyasari NPM : 40108363 Kelas : 3DC02 ARTIKEL OOP, 2TIER DAN 3TIER 1. Pengertian OOP OOP kepanjangan dari Object Oriented Programming, yang artimya pemograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai, pesan atau pernyataan antar objek. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). 2. Keuntungan Penggunaan OOP a. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata, seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. b. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain, seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil, kelompok buku dan lain-lain. c. Mudah diperbaharui Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public, maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. d. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis, bentuk, ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya, jendelanya, atapnya, temboknya dan lian-lain, dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masing-masing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya, ketebalannya, warna catnya dan lain-lain. 3. 2tier dan 3tier Istilah tier dipakai untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah bagian utama dari konsep client/server. a. 2tier 2-tier. Membagi proses load kedalam dua bagian. Aplikasi utama secara logika dijalankan/ berjalan pada sisi client yang biasanya mengirimkan request dalam bentuk sintaks SQL ke sebuah database server yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. Kita bisa juga menyebutnya dengan arsitektur fat client karena bagian terbesar atau yang utama dari aplikasi berjalan pada sisi client/ komputer client. b. 3tier 3-tier. Membagi proses loading antara 1) komputer client menjalankan graphical user interface (GUI) logic, 2) aplikasi server menjalankan business logic, dan 3) database dan/ atau legacy application. Karena 3-tier memindahkan application logic ke server sehingga sering juga disebut sebagai arsitektur fat server. Sumber : http://digilib.unsri.ac.id/ http://sdalis.wordpress.com/2008/12/22/tentang-oop/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar