15 Februari 2010
Menghidupi Keluarga Dari Menjahit
Menjahit itu adalah pekerjaan yang gampang - gampang susah, karena mmbutuhkan kesabaran dan kreativitas yang tinggi. Seorang Ibu rumah tangga yang bernama Ayuki Sasono, mampu menghidupi 2 orang putrinya dengan hasil jerih payahnya sendiri. Meskipun beliau sebagai single parents, namun semangatnya sungguh luar biasa. Putri sulungnya bernama Amira Sarimi dan putri bungsunya bernama Aliya namira, sekarang Amira duduk di bnagku kuliah dan Aliya masih duduk di bangku SMA. Ibu Ayuki sudah mulai menjahit sejak tahun 1995 hingga sekarang, sudah 15 tahun beliau menekuni bidangnya.
Beliau lebih suka menjahit seprey, bantalan kursi, dll. Tapi tak jarang pula banyak yang memesan gorden, alas TV/kulkas, hingga ke tas remaja. Beliau mempunyai kreativitas yang tinggi, sehingga barang - barang yang di buat olehnya tampil unik dan berbeda dari yang lainnya. Harganya pun tidak terlalu mahal, masih disesuikanlah dengan kantong kita,hehe ..
Untuk seprey nomor 1 (180 x 200) , harganya Rp.120.000,-
nomor 2 (160 x 200) , harganya Rp.110.000,-
nomor 3 (120 x 200) , harganya Rp.100.000,-
nomor 4 (100 x 200) , harganya Rp.90.0000,-
Untuk bantalan kursi dengan ukuran 40 x 40 cm, seharga Rp.75.000,- yang isinya 6pcs. Ibu Ayuki juga memanfaatkan sisa - sisa bahan seprey untuk dijadikan selimut perca. Selimut perca itu maksudnya, dibuat dari motif bahan yang berbeda - beda dan kemudian dijadikan satu selimut perca.
Untuk tas sendiri, ide tersebut muncul dari anak sulungnya. Tas tersebut biasanya dijual dengan harga berkisar dari Rp.50.000,- sampai Rp.125.000,- , harga tergantung model dan ukurannya.
Dengan menjahit Ibu Ayuki bisa memenuhi kehidupan sehari - hari dan yang paling penting beliau bisa meyekolahkan kedua putrinya. Mungkin di tahun yang akan datang, beliau bisa membuka toko untuk hasil karyanya sendiri. AMIEN ..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar