15 April 2010

Mewujudkan Mimpi-Mimpi Dari Keripik Pisang

Mewujudkan Mimpi-Mimpi Dari Keripik Pisang Sinta, perempuan kelahiran Teluk Betung 24 Oktober 1986 ini tak hanya berhasil mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan selama betahun-tahun, melainkan berhasil menjadi pengusaha yang hebat. Ia beruntung karena bisa mengejar ilmu hingga ke jenjang universitas, ia tecatat sebagai mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, Sumatra. Dengan segudang mimpi di benaknya siang dan malam dalam rangka memperoleh kestabilan dan keamanan financial. Dengan memanfaatkan ilmu yang diperolehnya saat bekerja di pabrik keripik pisang, ia berhasil membuat keinginannya menjadi kenyatan melalui istana Keripik Ibu Mery. Bisnis yang diawali dari kecil – kecilan malah membuatnya menjadi jutawan. MANFATKAN PRODUK LOKAL Sinta merasa harus membantu keluarga dengan bekerja, karena ia memahami betul kondisi keuangan dalam keluarganya. Salah satu pilihan utamanya adalah bekerja di pabrik keripik pisang, setiap pulang sekolah ia bekerja di sana. Hal seperti ini ia jalani selama enam bulan dan ia mendapatkan upah yang cukup untuk membantu keluarganya. Selama bekerja di pabrik keripik pisang tersebut, ia banyak mendapatkan ilmu. Dari mulai memilih pisang yang berkualitas baik, memotong menjadi irisan tipis, menggorengnya hingga renyah dan memberikan variasi rasa. Lampung sudah sangat terkenal karena pengolahan dari pisang. Namun kini, rasa keripik berkembang tak hanya manis bisa, tapi ada pula yang diberi rasa keju dan taburan bubuk cokelat. Pisang yang awalnya hanya menjadi hidangan penutup, kini bisa menjadi camilan. Sinta mulai mengumpulkan uang hingga 3 juta rupiah dan uang itu ia belanjakan sejumlah barang untuk memulai usaha. Ia tak hanya menggunakan bahan dasar pisang, tapi ia pun menggunakan singkong, ubi jalar, dan sukun. Membuat keripik tidak semudah yang kita bayangkan, ada standar kualitas yang ditetapkan bagi para pengusaha keripik pisang. Banyak kendala yang dihadapi oleh sinta, salah satunya pemasaran. Awalnya ia tidak tahu bagaimana cara memasarkan produknya, karena sudah banyak yang menjual keripik pisang. Ia juga tak bisa menggaji pegawai, sampai akhirnya ia mengandalkan bantuan dari saudara dan kedua temannya yang sudah berpengalaman. Keripik pisang ini akhirnya dipasarkan ke sekolah-sekolah, toko camilan, dan toko cendera mata yang biasa di kunjungi oleh wisatawan. Sinta memberi merek Istana keripik untuk produknya dan untuk menghormati ibunya, ia menambahi nama Ibu Mery di belakangnya. Jadilah Istana keripik Ibu Mery sebagai merk dagangnya. Makin lama sinta percaya bahwa pebisnis adalah pilihan hidupnya, yang akan bisa mengangkatnya dari lembah kemiskinan dan bisa membuat keluarganya hidup lebih sejahtera. Dulu sinta bermimpi bisa memiliki rumah sendiri karena sedari kecil ia hidup mengontrak dan selalu berpindah – pindah rumah, kini impian itu pun sudah bisa terkabul. ULET DAN TANGGUH Jiwa bisnis sudah ada pada diri sinta sejak ia duduk di bangku kelas 6 SD. Ia diam-diam bekerja, apa yang ia jual? Keripik pisang. Pada saat SMP, ia juga sempat membantu ayahnya bekerja di bengkel teralis besi. Keuletan dan ketangguhannya bisa telihat ketika ia berusaha mengembangkan keripik pisangnya. Ia memang beruntung, karena rumah orang tuanya berada persis di pinggir jalan raya. Rupiah demi rupiah kembali ia kumpulkan, ini bukan sebagai modal lagi melainkan sebagai keuntungannya. Ia pun semakin terpacu untuk giat mengembangkan usahanya. Sinta mempunyai cara agar keripik pisangnya berbeda dari yang lain, yaitu membiarkan calon pembeli mencicipi keripik pisang buatannya sebelum memutuskan untuk membeli. Ia juga berkreasi dengan menghasilkan 9 rasa, ada stroberi, cokelat, keju, jagung, dll. Kerja keras memang menjadi modal utama sinta, tapi ia tak pernah lupa untuk berdoa agar usahanya bisa selalu berjalan lancer. Selain itu, ia juga rajin memberikan zakat kepada orang yang membutuhkan. Baru 3 tahun usahanya berjalan, ia sudah bisa membuka lapangan pekerjaan bagi 13 karyawan. Sinta ingin mengembangkan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya dan membnatu mereka semampunya. Meski telah tumbuh sebagai pengusaha muda, sinta tidak berubah menjadi manusia yang sombong. Ia tetap sinta yang dulu, wanita yang rendah hati yang punya segudang mimpi untuk keluarganya tercinta. Sumber : Rhenald Kasali Wirausaha Muda Mandiri Ketika Anak Sekolahan Berbisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar